Breaking News

Terpidana Koruptor Di Vietnam Dihukum Mati, Bagaimana Di Indonesia?


BeritaDahsyat | Mantan pimpinan keliru satu bank utama di Vietnam, yang menderita kerugian besar, diganjar hukuman mati pas seorang rekannya dihukum penjara seumur hidup.

Baca Juga :

Nguyen Xuan Son -yang pernah menjabat Direktur Jenderal OceanBank sebelum jadi pimpinan perusahaan minyak nasional PetroVietnam- dinyatakan bersalah karena keliru kelola dan penggelapan jutaan dolar di pengadilan Hanoi, Jumat (29/09).

Sementara mantan pimpinan OceanBank, Ha Van Tham -yang pernah disebut sebagai orang Vietnam terkaya- bersalah dalam dakwaan yang mirip dan juga melanggar peraturan perlindungan pinjaman.
Dia disebut berikan pinjaman tidak sah sebesar US$23 juta atau kurang lebih Rp 309 miliar pada th. 2012. AGEN BANDARQ

"Perilaku Tham dan Son sangat serius, melanggar pengelolaan aset negara dan mengakibatkan kemarahan umum, yang butuh hukuman berat," kata hakim Truong Viet Toan.

Vonis atas keduanya ini mengakhiri pengadilan korupsi yang berjalan satu bulan bersama keseluruhan tersangka 51 bankir maupun pengusaha, dan semuanya dihukum penjara, menjadi dari 18 bulan sampai 22 tahun.

Dakwaan korupsi terkait OceanBank melibatkan pucuk pimpinan, pimpinan cabang, dan para akuntan. Sidang kasus ini merupakan keliru satu persidangan terbesar di bidang perbankan di Vietnam.OceanBank -yang merupakan bank semi pemerintah- merupakan anggota dari Ocean Group, yang bergerak di bidang properti dan perhotelan yang berkembang pesat sejak didirikan th. 2007.

Pada th. 2013 -ketika di bawah kepemimpinan Ha Van Tham- aset Ocean Group diperkirakan meraih US$500 juta tetapi th. 2016 lantas nilainya diperkirakan hanya US$3,5 juta.

Bagaimanapun nampak kritik bahwa pengadilan atas para pejabat OceanBank sekaligus bermotif politik untuk menghalau saingan politik Ketua Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, karena para terpidana diakui sebagai orang yang setia bersama mantan Perdana Menteri Nguyen Tan Dung.

Awal bulan ini, juru bicara Kementrian Luar Negeri, Le Thi Thu Hang, udah membantah kabar burung itu bersama memastikan kebijakan pemerintah adalah 'menangani kesalahan dan korupsi'.

No comments