Breaking News

Uang Rp 20 Miliar Milik Dirjen Itu Tersimpan didalam 33 Tas dan Sebuah ATM


BeritaDahsyat | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan Antonius Tonny Budiono, Dirjen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) sebagai tersangka didalam dugaan suap mengenai dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) tahun anggaran 2016-2017.‎ AGEN BANDARQ

Sebelumnya, Antonius Tonny Budiono terjaring didalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang ditunaikan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di kediamannya, Mess Perwira Dirjen Hubla di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017) pukul 21.45 WIB. BANDARQ

Selain menangkap Antonius Tonny ‎Budiono, penyidik termasuk menggeledah dan menyita sejumlah barang bukti dari rumah yang dihuni oleh yang bersangkutan. Tidak tanggung-tanggung, dari hasil penggedahan penyidik mendapatkan 33 tas ransel berwarna hitam yang digunakan untuk menampung‎ duwit didalam pecahan mata duwit Rupiah, US Dolar, Poundsterling, Euro, Ringgit Malaysia, senilai total Rp 18,9 miliar cash. BANDAR DOMINO

Untuk mengkalkulasi moninal uang, penyidik lumayan kesusahan dan membutuhkan selagi yang lama sejak Rabu (23/8/2017) malam sampai Kamis (24/8/2017) siang. Demi mengangkut 33 tas tersebut, penyidik KPK membutuhkan lebih dari lima box kontainer plastik dan juga lumayan kepayahan untuk membawanya. DOMINO 99

Baca Juga :

Tidak cuma itu, penyidik termasuk menyita ‎empat kartu ATM dari tiga bank penerbit berlainan didalam penguasaan Antonius Tonny Budiono. ‎Khusus didalam rekening Bank Mandiri, terkandung sisa saldo Rp 1,174 miliar. Sehingga total duwit yang ditemukan di rumah ATB totalnya Rp 20 miliar.
"Ini pasti jadi pertanyaan, kok uangnya banyak sekali. Ini termasuk tetap kita dalami terus. Karena 

tidak mungkin ini cuma dari satu kali transaksi, kan sudah dikatakan ini sejak 2016-2017," ungkap Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Kamis (24/8/2017) malam di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Demi mampu mengungkap suap secara rinci dari beragam proyek di lingkungan Ditjen Hubla, Basaria menghendaki selagi gara-gara penyidiknya tetap bekerja. DOMINO KIUKIU

"Ini tengah didalami sekarang, yang pasti selagi informasinya persoalan pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Jumlah ini memang banyak, jadi gak mungkin cuma satu, pasti ada lebih dari satu persoalan namun ini tetap didalam pengembangan tim KPK," tutur Basaria.

Seperti diketahui, KPK ulang jalankan Operasi Tangkap Tangan (OTT) mengenai dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) tahun anggaran 2016-2017. QQ ONLINE

Dalam OTT yang ditunaikan terhadap Rabu (23/8/2017) malam sampai Kamis (24/8/2017) sore, penyidik mengamankan lima orang di lebih dari satu lokasi terpisah lalu dibawa ke KPK untuk menekuni kontrol intensif. CAPSA SUSUN

Kelima orang berikut yaitu Antonius Tonny Budiono (ATB)-Dirjen Perhubungan Laut, Adiputra Kurniawan (APK)-Komisaris PT Adhi Guna Keruk Tama (PT AGK)‎, S-Manager kauangan PT AGK, DG-Direktur PT AGK, dan W-Kepala Sub Direktorat Pengerukan dan Reklamasi.

Dari hasil OTT, penyidik menyita sejumlah duwit dan kartu ATM di kediaman ATB di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Disana ada empat kartu ATM dari tiga bank penerbit berlainan didalam penguasaan Aantonius Tonny Budiono. 

No comments