Breaking News

Janjikan uang gaib Rp 5 triliun, dua warga perbaungan tipu pasutri di Simalungun


BeritaDahsyat | Anggota Reskrim Polres Simalungun menangkap dua orang pelaku penipuan dengan modus ‘menarik’ uang dari bank gaib. Pelakunya adalah Ahmad Aryo alias Ahua (44), dan Hendro Siahaan (28), asal Dusun II, Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kedua pelaku ditangkap atas laporan korban pasangan suami istri (pasutri) Ramlan alias ROM (54) dan Hartati Damanik (50), warga Dusun Hanopan, Nagori Silau Paribuan, Kabupaten Simalungun.

Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian ini berawal dari perkenalan Hartati dengan Ahmad Aryo alias Ahua (44), warga Dusun II Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai pada awal bulan Maret 2017 lalu. Kepada Hartati, pelaku mengaku dapat menggandakan uang dengan cara melakukan ritual guna mengambil tumpukan uang peninggalan mantan Presiden Soekarno sejumlah Rp 5 triliun. BANDAR POKER

Untuk memperolehnya, pelaku menyarankan kepada pasutri tersebut untuk membeli persyaratan berupa bunga, kain putih dan minyak sebagai sarana untuk menarik uang gaib dimagsud. Buat jasanya itu, pelaku meminta mahar. Hartati dan suaminya menyanggupi dengan dibayar tunai sebesar Rp 3 juta. Namun, fulus gaib dimaksud nyatanya tak perna ada, dan akhirnya pasutri ini menyadari bahwa mereka telah tertipu. AGEN BANDARQ

Puncaknya, saat ritual pengangkatan uang ‘misterius’ itu dilakukan, pasutri ini tak mendapatkan hasil sesuai dengan yang dijanjikan. Pun demikian, pelaku Ahua tak kehilangan akal. Ia pun berkilah uang gaib tersebut gagal diperoleh lantaran ada persyaratan yang belum dilengkapi dengan cara meminta uang tunai sebesar Rp 2,5 juta yang akan digunakan sebagai umpan untuk memunculkan uang gaib.


Tak curiga samasekali, Hariati pun kembali menyanggupinya dengan menyerahkan uang tersebut kepada pelaku. Usai menyerahkan segepok uang kontan, ritual pengambilan uang gaib kembali dilakukan, namun tetap juga tak membuahkan hasil. Pelaku pun kembali beralasan bahwa masih ada persyaratan yang belum lengkap. Begitu juga korbannya yang percaya begitu saja dengan terus memberikan uang secara berangsur hingga mencapai RP 60 juta kepada Ahua yang sebelumnya mengaku mampu menggandakan uang mencapai Rp 6,7 miliar ini. AGEN DOMINO99

Uang sudah diterima sementara pelaku belum juga sanggup memenuhi janjinya, akhirnya Ahua mulai keder dan meminta pertolongan kepada temannya Hendro Siahaan (28) warga Dusun II, Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.  Kepada Hendro, Ahua meminta untuk mencarikan orang yang dapat mencetak uang palsu. PLAY POKER

Permintaan Ahua ini pun disanggupi Hendro, bersama dua orang rekannya yang saat ini masih buron Hendro pun mencetak uang palsu. Hasilnya pun mereka berikan kepada Ahua. Uang tersebut kemudian dimasukkan Ahua ke dalam kamar tidur Ramlan dan istrinya. Sembari berpesan agar uang tersebut jangan diambil dulu sesuai dengan persyaratan dari alam gaib. SAKONG

Namun sesuai dengan yang mereka sampaikan dihadapan polisi, mereka penasaran dan melihat kedalam kamar. Disana hartati mendapati lima belas lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. Sebagian uang tersebut, selanjutnya ia gunakan membayar hutang kepada tetangganya. CAPSA

Terbongkarnya peredaran uang palsu ini setelah Hartati membayar hutang sebesar Rp 200 ribu kepada tetangganya, Wita dengan uang palsu. Meski sempat menerima pembayaran dari Hartati, belakangan ia menyadari bahwa uang yang diterimanya adalah uang palsu. CEME 

Tidak terima atas perlakuan Hartati ia pun mengembalikan uang tersebut dan melapor ke polisi. Hartati sempat diamankan Polsek Silau Kahean pada Selasa (1/8) lalu. Polisi kemudian menetapkannya sebagai korban penipuan. ADUQ

Kepolisian Resort Simalungun yang menangani kasus tersebut selanjutnya mengamankan dua orang pelaku Ahua dan Hendro Siahaan (28). Keduanya diamankan bersama barang bukti 1 unit printer PIXMA warna putih dan 15 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah ke Polres Simalungun.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 36 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.000. Sebagaimana yang telah disampaikan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH pada konfrensi pers yang digelar di Polres Simalungun, Sabtu (5/8).


No comments